akhir pekan ini seharusnya jadi hari bermalas-malasan untuk renjun, dia ingin rebahan saja seharian. segala bentuk tugas semacam paper, laporan praktikum, deadline blue print konstruksi tes dan bahkan lpj hima bertumpuk di minggu kemarin. semuanya dia kerjakan dalam kurun waktu seminggu. tentunya, dia jadi tidak punya waktu tidur yang layak.
memang selalu seperti ini setiap menjelang akhir tahun. hal begini sudah bukan hal baru lagi baginya mengingat semester ini ia sudah memasuki masa-masa sebagai mahasiswa tingkat tiga. entah memang kebanyakan orang suka prokastinasi atau memang workload di setiap bidang selalu menumpuk di akhir tahun begini. kalau sedang seperti ini rasanya renjun ingin cepat-cepat demisioner saja, biar setidaknya dia tidak lagi menanggung beban jabatan di organisasi kampus. tinggal menunggu hitungan minggu saja, sih. untuk sekarang ini yang jelas dan yang paling realistis, renjun ingin meluangkan waktu sehari ini khusus untuk dirinya sendiri. me time.
tapi sayangnya, ia lupa memberi tahu kekasihnya mengenai hal ini. biasanya mereka memang sering meluangkan waktu bersama di akhir pekan, mengingat jarak fakultas mereka beda kompleks, dan jadwal kuliah mereka susah dicocokkan. tepat jam tujuh pagi, na jaemin muncul di ambang pintu kosnya lengkap dengan celana training dan kaos hitam belelnya, tetes peluh menempel di pelipis (sepertinya dia baru saja jogging) disertai dengan senyum cerah yang menghiasi wajah, “baobei, lari pagi yuk!”
sebenarnya renjun ingin menolak, ia merindukan kasurnya yang tidak empuk-empuk amat itu. tapi ketika dilihatnya jaemin menunggunya sembari masih memasang senyum lebar yang sama, renjun menemukan hal lain yang lebih dirindukannya daripada waktu tidurnya.
“wait me for a while,” ia mencium pipi jaemin sekilas sebelum bergegas ke kamar mandi, mengganti pakaian.
tidak apa lah untuk kali ini rencana rebahannya berubah jadi acara berduaan, dan me time-nya berubah jadi their time. toh tidak tiap hari.